Oleh : | 03 Februari 2026 | Dibaca : 90 Pengunjung
Pemerintah Kabupaten Karangasem menunjukkan komitmen dalam mendukung penguatan desa adat melalui kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, yang mewakili Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata pada upacara Mejaya-jaya yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Kelian dan Prajuru Desa Adat Karangasem masa bhakti 2025–2030, bertempat di Pura Puseh/Bale Agung Desa Adat Karangasem, Amlapura Senin (2/2/2026).
Upacara mejaya-jaya dipuput dua orang sulinggih Ciwa-Budha Ida Pedanda Gede Putra Tamu dari Geria Jungutan Banjar Lebah Sari, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem dan Ida Pedanda Gede Swabawa Karang Adnyana dari Geria Karang, Banjar Tri Wangsa Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem.
Tokoh Puri Karangasem Anak Agung Made Kosalia, SH secara resmi dikukuhkan sebagai Kelian Desa Adat Karangasem bersama 17 orang prajuru desa adat lainnya oleh Bendesa Madya Majelis Desa Adat (
Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karangasem memandang desa adat sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial, pelestarian adat dan budaya, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Kehadiran Pemerintah Kabupaten Karangasem pada pengukuhan ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap peran desa adat dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal sekaligus memperkuat persatuan masyarakat,” ujar Sekda Sedana Merta.
Ia juga berharap kepengurusan Kelian dan Prajuru Desa Adat Karangasem yang baru dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial, pelayanan kepada krama, serta pelestarian dresta adat.
Dalam sambutan perdananya, AA Made Kosalia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bandesa desa adat yang lama atas dedidikasi sudah mejalankan tugas-tugas sebagai bandesa. Dirinya menyadari tugas sebagai kelian sangat berat, tidak bisa kerja sendiri, dan mengharapkan tuntunan dari para sesepuh, pengelingsir desa dan semua krama Desa Adat Karangasem. Dirinya berkomitmen mengabdi secara tulus iklas menjaga dan melestraikan budaya Bali, mejalankan roda organisasi atas dasar awig-awig dan perarem Desa Adat Karangasem. Terkait dengan jalainan kerja sama antar lembaga, pihaknya akan bersinergitas dengan pemerintah, pihak puri dan desa adat guna mewujudkan Desa Adat Karangasem yang Santhi dan Jagadhita. Terakhir, dia mengajak semua pihak agar tetap kokoh menjalankan kehidupan desa adat, sukreta bidang parahyangan, sukreta bidang pawongan dan sukreta bidang palemahan.
Pengukuhan ini juga memiliki nilai historis bagi Karangasem, mengingat Desa Adat Karangasem yang berdiri sejak tahun 1849 kembali dipimpin oleh tokoh dari garis keturunan Puri Karangasem. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Karangasem dan desa adat dalam membangun daerah yang berlandaskan budaya dan kearifan lokal.
Turut hadir dalam acara tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Karangasem, Manggala Puri Karangasem dan pengelingsir Puri se- Kabupaten Karangasem, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem, Kepala Kantor Kementerian Agama, Bandesa Madya
Oleh : | 03 Februari 2026 | Dibaca : 90 Pengunjung
Diskominfo Ikuti Apel Tim Tanggap Insiden Siber
106Diskominfo Terima Kunjungan Koordinasi Diskominfos Provinsi Bali
104Kadis Kominfo Hadiri Acara Hasil Penilaian Pelayanan Publik 2025 dari Ombudsman
103Sekda Sedana Merta Pimpin Apel Pagi di Diskominfo
131Diskominfo Ikuti Gerakan Bali Bersih Sampah di Kawasan Pantai Amed

Total Hits : 3354846
Pengunjung Online: 3